HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 3.228.21.204
Pengunjung : 1.200.528


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Bangga dan Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga


Selasa; 15 January 2019 [R.B HERU KWARTANTO, SD ST. YOSEF SURABAYA] - Artikel Umum

“Ibu kerja dimana?” Tanya seorang perempuan muda di sampingku ketika kami berdua sama-sama duduk di boardingroom, menanti pesawat yang akan terbang membawaku menuju kota Bangkok. “Engga kerja mbak, saya ibu rumah tangga.” Jawabku. “Oohh…cuma ibu rumah tangga”.

Terdengar ada nada merendahkan pada suara ibu muda tadi, apalagi ada tambahan kata ‘cuma’ di kalimatnya… Aku jadi teringat kembali satu peristiwa saat aku masih duduk di bangku kuliah semester terakhir. Aku dan teman-teman duduk-duduk di kampus sambil mengobrol merancang masa depan. Bergantian kami bercerita mengenai rencana kami setelah lulus nanti.

Temanku si A ingin bekerja di sebuah perusahaan asing ternama. Si B ternyata berkeinginan melanjutkan sekolah ke luar negeri dan bercita-cita menjadi dosen. Dan tiba giliranku, saat itu aku berkata kalau aku ingin menjadi ibu rumah tangga.

Kontan semua riuh rendah menertawaiku. “Ya ampuun, ngapain kuliah capek-capek kalo cuma mau jadi ibu rumah tangga”. Komentar seorang teman menanggapi cita-citaku. Ada juga komentar lain “kecentilan kali tuh, mau buru-buru married… “Tawa merekapun semakin menjadi-jadi… Ahh profesi ibu rumah tangga ternyata dianggap remeh, tidak berguna, dipandang dengan sebelah mata.

Aku ditertawakan, disudutkan… tapi itu tidak membuatku berubah pikiran, aku tetap mantap pada pilihanku, ingin menjadi ibu rumah tangga. Aku tak mau berkarier di luar rumah, aku ingin selalu ada di rumah, selalu dekat dengan anak-anakku. Ya, anak-anaklah yang menjadi alasan aku memilih profesi ibu rumah tangga. Aku ingin menjadi yang pertama kali dilihat mereka saat mereka bangun dari tidurnya, menjadi teman bermain mereka, serta mengantar mereka tidur di malam hari dengan bercerita sejuta kisah yang aku punya.

Tak bisa kubayangkan betapa pedihnya hati seorang ibu, tatkala ia harus kembali bekerja di luar rumah setelah habis masa cuti melahirkan. Si ibu harus meninggalkan buah hati tercinta yang selama 3 bulan ada dalam buaiannya, disusuinya, dirawatnya sepenuh jiwa dan raga, kemudian menyerahkan bayi mungilnya kepada orang lain, orang asing baginya, seorang pengasuh yang baru dikenalnya. Kalau aku sendiri yang harus mengalami hal ini sungguh aku tak sanggup…

Sungguh aku merasa beruntung, sebagai ibu rumah tangga aku tak perlu menyerahkan anak-anakku kepada seorang pengasuh, karena aku, ibunya, selalu ada untuk mereka. Kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata saat aku menyaksikan sendiri pertumbuhan buah hatiku. Saat gigi pertamanya tumbuh, saat ia mulai berdiri, kemudian berjalan, melangkahkan kaki mungilnya menapaki dunia… Terlebih saat ia mengucapkan kata pertamanya, sebuah panggilan untuk sang bunda… Terpujilah Tuhan......

Hati ini makin bersyukur saat mendengar curhat seorang teman “ Duhh bagaimana ini, anakku 3 tahun hafal sekali dengan lirik lagu keong racun, lagu di ring tone pengasuhnya. “ Atau curhat teman lain “ Kesel deh, anakku kalau nangis yang dipanggil-dipanggil nama susternya, bukan mamanya… “ Jangan ibu, jangan salahkan pengasuh atau baby sitter kalau anak kita berguru dan merasa dekat dengan mereka. Semuanya karena anak kita menghabiskan sebagian besar waktunya bersama mereka…

Belum lama ini aku terharu melihat tugas sekolah anakku . Gurunya meminta anak-anak untuk menggambarkan Thermometer feeling, apa yang membuat mereka paling senang. Mereka diberikan banyak pilihan statement. Kulihat banyak statement disana, diantaranya When I play with my friends; When I win a game; When I finish my work. Ternyata pilihan anakku jatuh pada statement “When I am at home. Ia menggambarkan senyum terlebarnya untuk pilihan ini! ia memilih ada di rumah bersama aku ibunya, sebagi momen yang paling membahagiakan untuknya…

 “Seorang ibu adalah sebuah sekolah. Jika engkau persiapkan dia dengan baik, maka sungguh engkau telah mempersiapkan generasi yang unggul.” Ya, ibu adalah sekolah untuk anak-anaknya. Siapa yang pertama kali mengajarkan moral kepada anak? Siapa yang mengajarkan akhlaq dan aqidah kepada anak?

Siapa yang mengajarkan dan mengingatkan anak sholat? deretan pertanyaan yang jawabannya cuma satu, yaitu ibu. Bila ibu sibuk bekerja di luar rumah, berangkat pagi dan pulang menjelang malam dalam keadaan lelah, lalu siapa yang akan mengajarkan itu semua? Kapan ibu mendidik anaknya? Atau kemudian kita membiarkan anak kita tumbuh seadanya? Pengasuh yang tidah paham islam,televisi, games yang penuh kekerasan, dan internet yang sarat pornografi jadi ”ibu” buat anak-anak kita?

Duhai Ibu… mendidik anak adalah investasi kita, kitalah yang akan menuai hasilnya kemudian… Anak adalah amanah yang dipercayakan Allah kepada kita, kitapun akan dimintai pertanggungjwabannya kelak… Anak-anak kita membutuhkan seorang ibu yang senantiasa membimbingnya, memberikan bekal untuk masa depan mereka, dan juga bekal untuk kehidupan akhirat mereka kelak.. Dan ini bukanlah tugas yang ringan, bukanperkara remeh, dan tidak bisa dipandang dengan sebelah mata, melainkan tugas yang amat berat , dan sungguh mulia. Pantaslah jika dalam islam kedudukan ibu tiga kali lebih tinggi dari ayah. Ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian ayahmu, jawab Rasulullah SAW ketika ditanya siapakah yang harus kita hormati pertamakali.

Ya Allah… jadikanlah aku selalu istiqomah menjalankan tugas beratku sebagai seorang ibu. Duhai Para ibu rumah tangga, bangga dan berbahagialah menjadi ibu rumah tangga, karena dari tanganmulah lahir para pemimpin..







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :